- Perempuan Bersuara -
Menjadi perempuan yang bersuara dan berpikir kerap dianggap hal yang aneh, dianggap banyak bicara, lebay, suka protes, banyak maunya. Padahal saat perempuan bersuara berarti ada ketidakadilan disekitar mereka, ada ketidaknyamannya yang menindas mereka dan perempuan ingin memperbaikinya.
Raden Dewi Sartika dibukunya “meluruskan yang keliru dan menguatkan yang lemah”. Namun hingga saat ini perempuan selalu dibatasi, dianggap hanya sebagai pemanis, perempuan berpendapat selalu dianggap hanya angin lalu, masyarakat selalu menganggap perempuan tak bisa berpikir rasional, pemikiran perempuan selalu dilandasi emosional dan terbawa suasana.
Karena banyaknya respon negatif pada perempuan yang bersuara membuat perempuan lain diluar sana lebih memilih untuk diam. Menerima segala penindasan serta pelecehan yang ada. jika sama sama kita lihat pada tahun 1965 kasus Perempuan selalu sama - pelecehan dan penindasan - bahkan semakin bertambah.
Maka, dari keberanian perempuan dalam bersuara ini bukanlah hal yang biasa, justru sebaliknya. Dan saat perempuan mulai berani untuk mengatakan demikian, ketahuilah bahwa ada sesuatu yang memang perempuan sudah tidak sanggup lagi untuk menahan segala tuntutan dan penindasan yang semakin lama semakin menyakitkan ini, satu hal yang paling menyakitkan pun ketika negara sudah mulai mengabaikan kasus kasus perihal perempuan. bukankah itu hal yang jahat. Biarkan perempuan bersuara, dengar kan mereka. Dengarkan para perempuan berbicara karena di saat perempuan berani bicara dengan lantang, pasti disitu ada ketidakadilan.
Memang tak mudah menjadi seorang perempuan, selalu di pandang A dan B saat melakukan sesuatu, Perempuan pulang larut malam selalu dibilang " wanita malam" , perempuan yang selalu banyak bicara selalu dibilang " wanita lebay" mengapa tak mengerti situasi situasu? mengapa hanya di anggap perempuan yang baik, hanya perempuan yang selalu di rumah setiap saat
Memang tak mudah menjadi seorang perempuan, selalu menerima segala bentuk pelecehan baik verbal ataupun non verbal di jalan, sekolah, dunia kerja, bahkan di rana publik. Justru, yang lebih menyedihkan lagi tak sedikit perempuan yang menerima segala kasus pelecehan verbal beranggapan bahwa ini adalah hal yang bisa. Katakanlah -Cath calling-
Maka, dari itu wahai sahabat sahabat ku, tolong jangan anggap perempuan demikian, hargailah apapun dan bagaimanapun perempuan karena perempuan juga manusia. Dengarkan suara suara perempuan, jangan terus menerus anggap perempuan adalah mahluk yang selalu bersuara dengan melibatkan perasaan, jangan terus kau anggap suara kami tak penting. satu yang patut kami ingatkan " bahwa negara ini akan terus tegak saat perempuan diperlalukan baik, namun jika perempuan tidak diperlakukan demikian, kita tunggu runtuhnya negara ini"
Salam solidaritas,
Hidup Perempuan!
salam cinta,
rmpps
#perempuan #feminisme #gerakanperempuan #perempuanbicara #radendwisartika #menjadiperempuan #perempuanbergerak

Semoga Resti tetap bisa menyuarakan apa yang perempuan rasakan, salut! Kita setara dalam hal menyarakan pendapat, dan semoga perempuan Indonesia tidak ditindas atau dilecehkan oleh orang orang yang tidak bertanggungjawab.
BalasHapus