Langsung ke konten utama

Mencoba untuk tidak mempermaslahkan jerawat sekecil apaun karena Cantik adalah Hak Perempuan

#repost@gothdiana 


Banyak sekali Para wanita yang selalu mendambakan kulit putih, wajah berseri, bebas jerawat, komedo, langsing, tinggi.  sehingga menjadikan standar kecantikan Perempuan hanya dinilai dari seberapa mulus kulit wajah. Selain membuang buang uang, hal ini pun sangat membuang buang waktu perempuan untuk berhias sebelum keluar rumah, mau atau tidak perempuan harus sabar menghabiskan waktunya berjam jam hanya untuk berhias agar dapat dikatakan cantik. 

Dengan begitu, banyak sekali produk kecantikan yang menjanjikan efek Putih, berseri, bebas jerawat  tampil cantik dan merona.

Kecantikan Wanita sekan berkiblat pada seberapa indah lukisan alis atau seberapa merona lipstick yang digunakan. Banyak kemudian wanita lupa, cantik tidak semata didefinisikan oleh indahnya paras. Ada kepribadian indah yang juga memainkan peranan penting pada definisi " Wanita Cantik "

Tulisan ini, berawal saat saya membaca caption dari @gothdiana di Instagram Mencoba untuk tidak mempermasalahkan jerawat sekecil apapun sulit. Kebanyakan perempuan menaruh kekecewaan pertamanya saat tumbuh jerawat baru di wajah. Walaupun ada juga yang merasa tidak begitu peduli dengan jerawatnya. Namun banyak orang yang mengomentari sampai sampai orang yang awalnya tidak begitu peduli, menjadi begitu cemas dengan apapun yang menggangu wajahnya, ini lah masalah utamanya. Bukan dari diri kita,  justru dari orang disekeliling kita. Cobalah berhenti berfikir bahwa  jerawat atau semacamnya adalah masalah besar. " Acne is a probably normal " . 

Jerawat adalah masalah yang biasa pada masa Remaja, jerawat akan muncul ketika sel-sel rambut, sel-sel kulit dan kelebihan minyak dari kelenjar minyak bercampur menjadi satu dan memblokir folikel rambut (pori-pori), maka terjadi penyumbatan. Bakteri dalam penyumbatan tersebut menyebabkan pembekaman dibawah kulit jika pembekan tersebut luruh maka muncul bintil. itulah jerawat. Namun, ada beberapa munculnya jerawat dikarenkn berbagi efek ketidak cocokan terhadap produk perempuan. Jika kita merasa mengobati jerawat adalah hal yang rumit , cukuplah kita menjaga wajah kita agar selalh bersih dan lembap. Toh, kebersihan adalah sebagian dari iman bukan?

Saya pun mengajak kepada teman teman perempuan ayo sama sama mengubah persepsi mengenai cantik itu putih dan berseri. dan stop menilai perempuan berjerawat karena tidak mampu beli skin care, norak, atau apapun. Karena semua perempuan itu cantik,  dan tidak melulu cantik berkiblat pada indahnya lukisan alis atau meronanya lipstick. Tanpa sadar, kita telah melupakan kecantikan sesungguhnya pada perempuan, yaitu kecerdasan dan kepribadian.

Dan baiklah kita sudahi persepsi seperti ini.  Setiap Perempuan mempunyai hak untuk merawat wajah, dengan ber skincare atau ber- Make up. Selagi itu membuat perempuan percaya diri, kenapa harus di perdebatkan?

yang perlu kita ingat ingat bahwa Perempuan itu cantik! (Baik bebas berjerawat ataupun sebaliknya) dan berhak Cantik, karen cantik hanya milik Perempuan. Berusahalah untuk percaya diri, dan mulai berasumsi bahwa jerawat adalah perkara biasa, Jangan dijadikan hal yang dapat membuat kita setres. 

Sekali lagi saya pertegas, Bahwa Perempuan itu cantik dan Hanya Perempuan yang Berhak Cantik.

Terimakasih,
Salam Cinta untuk Perempuan

Komentar

  1. Hai kak! Aku baru pertama kali mampir ke blog ini, dan baca bagian ini sangat mendukung suara suara hati wanita yg sedang mengalami nya, termasuk aku.
    Trimkasih kak untuk tulisan nya:)

    BalasHapus
  2. Keren banget ka resti trimakasih udah membuat tulisan sekeren ini ❤

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PRIA ITU MENGAJAKKU MENIKAH? SECEPAT ITU? PADAHAL KITA TAK SALING KENAL? MENGAPA?

https://www.islampos.com/aku-menginginkan-istri-sholihah-40597/ Dia dengan cepat mengajakku menikah, walaupun kita belum saling kenal dan bertemu satu sama lain. Kita hanya berteman via online, namun beberapa kali ia memintaku bertemu dan mengajak nikah. Spontan, saya berfikir “ Lho, apa yang pria itu fikirkan? Mengapa dia punya niat menikahi ku? Padahal dia hanya sebatas followers ku saja “.   Semua pertanyaan seolah terproduksi dalam fikiran saya. Hingga pada saat yang bersamaan, saya mencoba diskusi mengenai hal ini bersama Ketua PC PMII Kab. Bekasi masa Khidmat 2019-2020, Sahabat Dedi Ambaryadi. Saya bertanya beberapa hal yang ada di fikiran saya, dan mengapa disini saya mengajak laki-laki untuk berdiskusi? Ya, Karena saya pribadi sangat penasaran apa sebenarnya yang difikirkan oleh laki-laki. Jatuh cinta saja tidak cukup untuk membuat seseorang pria yakin menikah dengan kita. Begitupun sebaliknya, dilansir dari yourtango.com, Kamis (7/9/2017) berik...

Ketika Perempuan Bersuara

- Perempuan Bersuara - Menjadi perempuan yang bersuara dan berpikir kerap dianggap hal yang aneh, dianggap banyak bicara, lebay, suka protes, banyak maunya. Padahal saat perempuan bersuara berarti ada ketidakadilan disekitar mereka, ada ketidaknyamannya yang menindas mereka dan perempuan ingin memperbaikinya. Raden Dewi Sartika dibukunya “meluruskan yang keliru dan menguatkan yang lemah”. Namun hingga saat ini perempuan selalu dibatasi, dianggap hanya sebagai pemanis, perempuan berpendapat selalu dianggap hanya angin lalu, masyarakat selalu menganggap perempuan tak bisa berpikir rasional, pemikiran perempuan selalu dilandasi emosional dan terbawa suasana. Karena banyaknya respon negatif pada perempuan yang bersuara membuat perempuan lain diluar sana lebih memilih untuk diam. Menerima segala penindasan serta pelecehan yang ada. jika sama sama kita lihat pada tahun 1965 kasus Perempuan selalu sama - pelecehan dan penindasan - bahkan semakin bertambah. Maka, dari keberanian per...