![]() |
| Konsolidasi dan Diskusi perempuan menjelang IWD2020 |
Hari Perempuan Internasional atau Intenasional women’s Day (IWD) akan diperingati pada tanggal 8 Maret 2020. Hari bersejarah ini kerap kali dirayakan untuk memperingati keberhasilan yang dicapai oleh para Perempuan dalam berbagai bidang seperti ekonomi,politik dan social. Selain itu hal ini juga sebagai penanda perjuangan kaum hawa untuk menyerukan kesetaraan gender.
Lahirnya IWD berasal dari tragedi kekerasan yang dialami sejumlah Wanita di kota New York, Amerika Serikat pada 8 Maret 1857. Saat itu, para buruh Perempuan Pabrik garmen di New York melakukan aksi demonstrasi untuk memprotes kondisi tempat kerja yang tidak manusiawi serta pendapatan yang rendah. Aksi tersebut tidak berjalan damai karena tindakan apparat kepolisian yang represif dalam membubarkan aksi.
Salah satu faktor yang mendorong lahirnya Hari Perempuan Internasional ini juga berasal dari satu kejadian mengenaskan yang pernah menimpa buruh perempuan, pada sebuah kebakaran besar. Kejadian itu menewaskan setidaknya 123 nyawa buruh Perempuan. Walaupun peringatn ini sempat “ Hilang “, pada akhirnya hal ini berhasil kembali dihidupkan pada era 60-an yang berbarengan dengan bangkitnya feminisme.
Pada tahun 1975, untuk pertama kalinya PBB memperingati Hari Perempuan Internasional dan menetapkannya pada 8 Maret. Hal ini menunjukan bahwa kita harus dapat menghargai seorang Wanita tanpa adanya system diskriminasi.
Pada 2000 an dan seterusnya di beberapa Negara IWD disamakan dengan Hari Ibu dimana anak memberi hadiah sederhana kepada Ibu dan Nenek mereka. Milennium baru telah menyaksikan perubahan perilaku dan pola pikir yang signifikan, baik dari perempuan maupun dari masyarakat tentang kesetaraan dan emansipasi perempuan. Banyak generasi muda merasa bahwa semua pertarungan telah dimenangkan oleh perempuan, sementara banyak feminis dari 1970-an tahu bahwa daya tahan dan kekokohan patriarkis sangatlah rumit. Dengan lebih banyak perempuan kantoran, lebih banyak hak-hak persamaan yang diatur dalam undang-undang dan meningkatnya jumlah daya kritis masyarakat terhadap keberadaan perempuan sebagai “role model” dalam setiap aspek kehidupan, seseorang tentu akan berpikir bahwa Perempuan telah mendapatkan kesetaraan yang sebenarnya. Memang telah terjadi perubahan yang menggembirakan, Kita memiliki perempuan astronaut, perdana menteri, Universitas juga terbuka untuk perempuan, perempuan bisa bekerja, berkeluarga, perempuan benar-benar memiliki pilihan rill.
Ironisnya, Perempuan juga masih hidup dibawah standar, gaji yang lebih rendah dari kolega laki-laki, prosetansi perempuan masih tidak tampak sama dengan laki-laki dibidang bisnis maupun politik, dan secara global pendidikan perempuan, kesehatan, dan kekerasan terhadap perempuan juga jauh lebih buruk dibanding laki-laki. Setiap Tahun tanggal 8 Maret, ribuan acara digelar diseluruh dunia untuk menginspirasi untuk terus waspada dan meneruskan aksi bahwa menjamin kesetaraan Perempuan adalah Kemenangan dan tugas yang harus terus dipelihara dalam aspek kehidupan.
Buatlah Setiap hari sebagai Hari Perempuan Internasional.
Lakukanlah sedikit apa yang kamu bisa dan pastikan bila masa depan Perempuan akan cerah,setara,aman, dan dihargai.
Mari sama sama kita sukseskan Hari Perempuan Internasional,
semoga seluruh Kaum Perempuan diseluruh dunia selalu dapat dilakukan tanpa batas gender. Aamiin
#MenujuIWD2020
#GerakPerempuan
#KopriPCPMIIKabBekasi

Kereeeennnn bukooopp
BalasHapus