Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Kebersamaan yang menghantam dimensi ruang dan waktu

SATABA26 tak ada yang benar benar bias hidup sendiri. karena Alam terlampau luas. Kebahagiaan hanya untuk mereka yang mengerti arti kebersamaan,    Tak benar jika ada yang mengungkapkan kebahagiaan tanpa kebersamaan. karena selalu ada moment membahagiakan saat kita bersama. berkumpul dan tertawa Bersama, menikmati indahnya senja Bersama secangkir teh manis sebagai pemantik.  Namun, yang terkadang dalam menjalin sebuah hubungan kita harus bisa menciptakan ruang dan jarak. Mengambil jarak yang kita butuhkan. Membiarkan ruangan dalam sebuah hubungan. Menciptakan suatu ruang untuk berekspresi. Sebuah ruangan yang kita butuhkan untuk bergerak bebas. Sebuah jarak yang kita butuhkan untuk intropeksi. Melihat apa yang sudah kita berikan, dari sudut pandang yang lebih luas. Ketika kita terlalu dekat sudut pandang kita terlalu sempit. Akibatnya penilaian kita menjadi subjektif. Saat kita menjauh, kita bisa melihat lebih menyeluruh. Hal ini dibutuhkan untuk lebih obje...

Kemajemukan Harus bisa diterima tanpa adanya perbedaan, inilah IPNU, IPPNU, PMII kab. Bekasi

Kader IPPNU DAN PMII KAB. Bekasi Oleh : Reesti Mauliddiana Purnama Permata Sari Kemajemukan harus bisa diterima tanpa adanya perbedaan, inilah IPPNU dan PMII Setiap kelompok yang menginstitusikan diri, selalu dan pasti, memiliki visi dan misi yang baik; minimal baik untuk organisasinya, dan maksimalnya dapat memberikan sumbangsih manfaat untuk khalayak publik, bangsa dan negara. Dalam konteks keorganisasian, organisasi khusus kepemudaan, juga memiliki tampilan yang mirip. Ketika didirikan, ia memiliki visi dan misi yang ideal, bahkan dilandasi dengan ideologi yang disetujui dan menjadi kesepakatan bersama. Selanjutnya dalam perjalanannya pasti akan ada pasang surut. Ini layak masuk akal dan manusiawi. Organisasi seperti PMII misalnya, selain wadah untuk menampung mahasiswa nahdliyin, melakukan proses kaderisasi yang membangun dan mengembangkan potensi kader, agar dapat berguna bagi bangsa dan negara (juga mendukung hidup), juga menyediakan fanatisme organisasi (ideologi)...

Fenomena yang sudah ada Sejak dahulu , kafir mengkafirkan

Perang Siffin (Mei-Julai 657) berlaku semasa zaman fitnah besar atau perang saudara pertama orang Islam dengan pertempuran utama berlaku dari 26-28 Julai. Pertempuran ini berlaku di antara Muawiyah bin Abu Sufyan dan Saidina Ali bin Abi Talib di tebing Sungai Furat yang kini terletak di Syria (Syam) Fenomena Kafir Mengkafirkan Fenomena kafir mengkafirkan akhir akhir ini begitu marak atau bahkan bisa dibilang menjadi tren khususnya di Indonesia yang amat sangat beragam penduduk nya,mengapa demukian?wallohu a’lam yang jelas disini penulis tidak ingin membahas hal tersebut,yang ingin penulis sampaikan adalah apakah fenomena seperti ini terjadi di zaman rasul dan para ulama terdahulu? Fenomena saling mengkafirkan ini sebenarnya sudah dimulai selepas wafatnya sahabat Nabi yaitu Sayyidina ustman bin affan yang mana terjadi perang antara sayyidina Ali RA dan Muawiyah beliau adalah sahabat Nabi tetapi karna berbeda pandangan politik ada beberapa pihak yang mengkafirkan salah sa...

BULAN GUSDUR | Tanpamu Semua Repost Gus! | Salam Pencinta Gusdu

#BulanGusdur , Tepat di bulan ini Gus Dur sapaan akrab Presiden RI ke 4 yaitu Kh.Abdurrahman Wahid meninggalkan kita semua, tepatnya pada tanggal 30 Desember ,ya…sudah 10 tahun beliau pergi meninggalkan kita yang sekarang sangat merindukan nya,  Sosok yang sangat bersahaja lahir batin. Sosok yang sangat dibutuhkan oleh Negara dengan segala problemnya, “Tanpamu semua repot gus” itulah ungkapan para pecinta gusdur yang benar benar merasakan ketika ada dan tiadanya beliau. Di sini penulis tidak akan menulis tentang biografi atau kisah beliau mengingat sudah banyak yang sudah membuat buku - buku yang memuat kisah hidup beliau ,dan karna keterbatasan pengetahuan penulis tentang gusdur. Disini penulis hanya ingin menuangkan pendapat atau hasil pemikiran yang mungkin bisa salah dan juga benar, Tentu kita pernah mendengar ungkapan Gusdur “Gitu aja kok repot” Yaa kata kata tersebut sering di ungkapkan gusdur ketika ditanya atau menjawab masalah masalah yang bisa kita bi...

PERADABAN PATRIAKI SEJAK BERABAD ABAD LAMANYA | SITI NAFISAH - ULAMA PEREMPUAN | SIAPAKAH YANG MENGGELAPKAN SEJARAH?

Ilustrasi Sebutan Ulama pasti yang selalu kita pikirkan adalah tokoh seorang laki laki yang pandai dalam hal agama dan tidak untuk perempuan. dan untuk penyebutan " Ulama Perempuan " harus disandangkan dengan kata perempuan dibelakangnya menjadi " Ulama Perempan " atau " Perempuan Ulama ". pada kenyataan ini sangat jelas memperlihatkan bahwa kaum perempuan dianggap tidak ada yang layak disebut ulama. Dengan kata lain, mereka dianggap memiliki kemampuan, keilmuan maupun intelektual. ini merupakan fakta yang jelas bahwa peradabahan patriaki telah ada sejak berabad abad lamanya. Nafisah Binti Zaid bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib, lahir di Makkah 11 Rabiul Awwal 145 H. Nama Ibunya Zainab binti Hasan bin hasan bin Ali bin Abi Thalib. Sejak umur 5 tahun saidah Nafisah hijrah ke Madinah kemudian mengaji di masjid Nabawi dari para Syekh untuk belajar hadits dan fiqih sebelum ia menikah. Seluruh Waktunya ia habiskan untuk mencari ilmu dan mengaja...

Hidup Selaras dengan Alam | Seni Hidup

Institut Shalahuddin Al Ayubi [Seni Hidup] Sering kali dalam Hidup ditemukan sekelompok orang yang selalu menilai kepribadian dan adab kita dari nasab dan keilmuan kita.  Contoh kasus :  Seoarng Anak keturunan kiyai, nasabnya terkenal baik dan terpandang di Masyarakat. Namun, berbanding terbalik dengan anaknya. Saat menemukan konteks ini, pasti yang pertama kali difikirkan adalah " masa anaknya kiyai, tapi kaya gini si!".  Atau jika kita temukan seorang yang pandai dalam agama, suatu ketika ia memarahi seorang anak kecil dijalan, yang ntah ada masalah apa. Saat oranglain melihat kejadian ini, mereka langsung mengatakan " bagaimana si, masa Pandai agama ngomel ngomel! " ini sangat sulit.  Epiktetos dalam Enchiridion 46 mengingatkan : " Never call yourself a philosopher, nor talk a great deal among the unlearned about theorems, but act conformably to them." Jangan pernah menyebut diri sendiri seorang Mahasiwa, terpelajar, terpendidik...

Teruslah Bersahabat, Sampai Allah berkata Waktunya Pulang

Santri PDPNU,  Rabu, 27 November 2019 Sahabat, Ketika ada kesempatan, pergilah bersama teman teman lama. Berkumpul - kumpul, bukan sekadar makan, minum dan bersenang, tetapi ingat, waktu hidup kita semakin singkat. Maka dari itu, bangunlah Persaudaraan. Mungkin lain waktu kita Tidak akan bertemu lagi. Mungkin lain waktu kita sudah semakin Susah untuk berjalan. Umur itu seperti es batu, dipakai atau tidak akan tetap mencair dan berakhir. Begitu juga dengan umur kita. Digunakan atau tidak, umur kita akan tetap berkurang,  dan akhirnya kembali ke hadirat ILLAHI. Kita akan menjadi tua, sakit, dan meninggal.. Jalani hidup ini dgn ceria, sabar dan santai. Jangan suka mau menang sendiri,  sementara orang lain selalu salah. Jangan buang sahabat cuma karena tak sepakat. Satu keburukan teman, bukan bererti hilang sembilan kebaikannya. Perbanyaklah waktu untuk berkumpul dengan teman teman dan saudara saudara kita. Siapa tahu mereka nanti akan menjadi peno...