Langsung ke konten utama

BULAN GUSDUR | Tanpamu Semua Repost Gus! | Salam Pencinta Gusdu

#BulanGusdur ,

Tepat di bulan ini Gus Dur sapaan akrab Presiden RI ke 4 yaitu
Kh.Abdurrahman Wahid meninggalkan kita semua, tepatnya pada
tanggal 30 Desember ,ya…sudah 10 tahun beliau pergi meninggalkan
kita yang sekarang sangat merindukan nya, 

Sosok yang sangat bersahaja lahir batin.
Sosok yang sangat dibutuhkan oleh Negara dengan segala problemnya,
“Tanpamu semua repot gus” itulah ungkapan para pecinta gusdur yang
benar benar merasakan ketika ada dan tiadanya beliau.

Di sini penulis tidak akan menulis tentang biografi atau kisah beliau mengingat sudah banyak yang sudah membuat buku - buku yang memuat kisah hidup beliau ,dan karna keterbatasan pengetahuan
penulis tentang gusdur.
Disini penulis hanya ingin menuangkan pendapat atau hasil pemikiran yang mungkin bisa salah dan juga benar,
Tentu kita pernah mendengar ungkapan Gusdur “Gitu aja kok repot” Yaa kata kata tersebut sering di ungkapkan gusdur ketika ditanya atau menjawab masalah masalah yang bisa kita bilang berat,tetapi beliau dengan santainya hanya berucap “Gitu aja kok repot” hahaha. Sungguh beliau mengajarkan betapa kita harus santai dalam menghadapi segala
permasalahan.

Mengapa beliau bisa berbicara seperti itu? Penulis punya beberapa pandangan , Pertama mungkin karna beliau ini memang mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi dari buku buku yang beliau baca,kita tentu tau betapa beliau sangat suka ,hobi atau bahkan gila dalam membaca sampai sampai penglihatan beliau bisa dikatakan berkurang fungsinya,dengan dibantu otak yang cerdas membuat gusdur memiliki cakrawala ilmu yang sangat luas. Kedua pandangan penulis karena beliau ini memiliki kelebihan atau bisa dibilang ketika menghadapi suatu permasalahan beliau ini seolah mendapatkan ilham atau pengetahuan dari Yang Maha Kuasa, Karena seperti yang kita ketahui beliau ini seorang yang dekat dengan Tuhan, kedalaman spiritual beliau yang suka berziarah ke makam makam orang orang sholeh ditambah beliau ini keturunan seorang kyai yang kealiman nya tidak di ragukan lagi bahkan nasab nya bersambung sampai ke Rasulullah SAW. Nah mungkin itulah pandangan penulis mengapa seorang Gusdur bisa sangat santai menghadapi suatu permasalahan dengan mengatakan “Gitu aja ko repot” Nah selanjutnya apakah kita bisa atau boleh seperti beliau yang dengan santai nya menghadapi suatu permasalahan sambilmengatakan “Gitu aja ko repot”? jawaban nya tentu boleh boleh saja dan tidak ada yang melarang, tetapi menurut penulis ini hanya dianjurkan ketika kita menghadapi masalah masalah yang bisa dibilang ringan,contoh seperti dalam kita berguyon riya dengan teman dan sebagainya dan tidak dianjurkan ketika kita menghadapi masalah- masalah ilmiah. Karena apa? Karna menurut penulis ini membuat kita jadi tidak kritis, Seperti contoh Seorang ustadz dalam pelajaran mengatakan
“mengapa sebelum sholat kita harus berwudhu?”
Kita karna ikut ikutan gusdur lantas berucap “yahh ustadz udah dari
sono nya,ustadz gitu aja kok repot”
Nahh ketika kita mengucapkan “gitu aja kok repot” secara tidak
langsung kita telah memutus jalan kita untuk mendapatkan ilmu yang
baru,karna seperti yang kita ketahui dalam berwudhu ada banyak sekali
hikmah bukan hanya sekedar membasuh anggota badan.
Ini menunjukan betapa jauh maqam atau kedudukan kita dengan beliau
yang seperti banyak orang menyebut beliau itu seorang waliyullah.
Beliau mengatakan “Gitu aja ko repot” dengan segala pengetahuan nya,
Sedangkan kita ?...Nah untuk itu kita harus terus menerus belajar dan
belajar agar kita bisa mengikuti tokoh panutan kita (GUSDUR) yang kita
cintai.

Mohon maaf bila terdapat penulisan kata kata yang salah dan membuat pembaca menjadi tidak nyaman.
Salam pecinta gusdur



Penulis
Muhammad Luthfi.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PRIA ITU MENGAJAKKU MENIKAH? SECEPAT ITU? PADAHAL KITA TAK SALING KENAL? MENGAPA?

https://www.islampos.com/aku-menginginkan-istri-sholihah-40597/ Dia dengan cepat mengajakku menikah, walaupun kita belum saling kenal dan bertemu satu sama lain. Kita hanya berteman via online, namun beberapa kali ia memintaku bertemu dan mengajak nikah. Spontan, saya berfikir “ Lho, apa yang pria itu fikirkan? Mengapa dia punya niat menikahi ku? Padahal dia hanya sebatas followers ku saja “.   Semua pertanyaan seolah terproduksi dalam fikiran saya. Hingga pada saat yang bersamaan, saya mencoba diskusi mengenai hal ini bersama Ketua PC PMII Kab. Bekasi masa Khidmat 2019-2020, Sahabat Dedi Ambaryadi. Saya bertanya beberapa hal yang ada di fikiran saya, dan mengapa disini saya mengajak laki-laki untuk berdiskusi? Ya, Karena saya pribadi sangat penasaran apa sebenarnya yang difikirkan oleh laki-laki. Jatuh cinta saja tidak cukup untuk membuat seseorang pria yakin menikah dengan kita. Begitupun sebaliknya, dilansir dari yourtango.com, Kamis (7/9/2017) berik...

Ketika Perempuan Bersuara

- Perempuan Bersuara - Menjadi perempuan yang bersuara dan berpikir kerap dianggap hal yang aneh, dianggap banyak bicara, lebay, suka protes, banyak maunya. Padahal saat perempuan bersuara berarti ada ketidakadilan disekitar mereka, ada ketidaknyamannya yang menindas mereka dan perempuan ingin memperbaikinya. Raden Dewi Sartika dibukunya “meluruskan yang keliru dan menguatkan yang lemah”. Namun hingga saat ini perempuan selalu dibatasi, dianggap hanya sebagai pemanis, perempuan berpendapat selalu dianggap hanya angin lalu, masyarakat selalu menganggap perempuan tak bisa berpikir rasional, pemikiran perempuan selalu dilandasi emosional dan terbawa suasana. Karena banyaknya respon negatif pada perempuan yang bersuara membuat perempuan lain diluar sana lebih memilih untuk diam. Menerima segala penindasan serta pelecehan yang ada. jika sama sama kita lihat pada tahun 1965 kasus Perempuan selalu sama - pelecehan dan penindasan - bahkan semakin bertambah. Maka, dari keberanian per...

Mencoba untuk tidak mempermaslahkan jerawat sekecil apaun karena Cantik adalah Hak Perempuan

#repost@gothdiana  Banyak sekali Para wanita yang selalu mendambakan kulit putih, wajah berseri, bebas jerawat, komedo, langsing, tinggi.  sehingga menjadikan standar kecantikan Perempuan hanya dinilai dari seberapa mulus kulit wajah. Selain membuang buang uang, hal ini pun sangat membuang buang waktu perempuan untuk berhias sebelum keluar rumah, mau atau tidak perempuan harus sabar menghabiskan waktunya berjam jam hanya untuk berhias agar dapat dikatakan cantik.  Dengan begitu, banyak sekali produk kecantikan yang menjanjikan efek Putih, berseri, bebas jerawat  tampil cantik dan merona. Kecantikan Wanita sekan berkiblat pada seberapa indah lukisan alis atau seberapa merona lipstick yang digunakan. Banyak kemudian wanita lupa, cantik tidak semata didefinisikan oleh indahnya paras. Ada kepribadian indah yang juga memainkan peranan penting pada definisi " Wanita Cantik " Tulisan ini, berawal saat saya membaca caption dari @gothdiana di Instagram Me...