Langsung ke konten utama

Fenomena yang sudah ada Sejak dahulu , kafir mengkafirkan

Perang Siffin (Mei-Julai 657) berlaku semasa zaman fitnah besar atau perang saudara pertama orang Islam dengan pertempuran utama berlaku dari 26-28 Julai. Pertempuran ini berlaku di antara Muawiyah bin Abu Sufyan dan Saidina Ali bin Abi Talib di tebing Sungai Furat yang kini terletak di Syria (Syam)

Fenomena Kafir Mengkafirkan

Fenomena kafir mengkafirkan akhir akhir ini begitu marak atau bahkan bisa dibilang menjadi tren khususnya di Indonesia yang amat sangat beragam penduduk nya,mengapa demukian?wallohu a’lam yang jelas disini penulis tidak ingin membahas hal tersebut,yang ingin penulis sampaikan adalah apakah fenomena seperti ini terjadi di zaman rasul dan para ulama terdahulu?

Fenomena saling mengkafirkan ini sebenarnya sudah dimulai selepas wafatnya sahabat Nabi yaitu Sayyidina ustman bin affan yang mana terjadi perang antara sayyidina Ali RA dan Muawiyah beliau adalah sahabat Nabi tetapi karna berbeda pandangan politik ada beberapa pihak yang mengkafirkan salah satu atau bahkan dua duanya. Fenomena ini berlanjut pada zaman ulama ulama setelah para
sahabat tabiin dan seterusnya sampai sekarang, di dalam kitab sulam at taufiq Syekh Abdullah bin husein menulisوقد
كثرفى هذا الزمان التساهل في الكلام (sungguh telah banyak dizaman ini enteng dalam berbicara) yang mana ini menunjukan bahwa di masa Syekh Abdullah bin Husein pun sudah ada fenomena asal dalam berbicara ini sampai sampai tulis Syekh Abdulloh Bin Husein asal berbicara ini secara tidak sadar telah mengeluarkan kita dari islam(na’udzubillahi).

Lebih jauh Syekh Abdullah Bin Husein menulis bahwa ketika kita mengatakan “Hey kafir” kepada seseorang yang jelas dia muslim,kita yang mengatakan hal tersebut sudah termasuk ke dalam bagian murtad ucapan. Hal ini sesuai dengan sabda Kanjeng Nabi SAW :
ومن دعارجلا بالكفراوقال عدوّالله وليس كذالك إلاحرّعليه
Barang siapa memanggil dengan sebutan kafir atau musuh Allah
padahal yang bersangkutan tidak demikian ,maka tuduhan itu akan
kembali kepada si penuduh.

والعيذبالله




Salam Penulis,
OpetGila

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PRIA ITU MENGAJAKKU MENIKAH? SECEPAT ITU? PADAHAL KITA TAK SALING KENAL? MENGAPA?

https://www.islampos.com/aku-menginginkan-istri-sholihah-40597/ Dia dengan cepat mengajakku menikah, walaupun kita belum saling kenal dan bertemu satu sama lain. Kita hanya berteman via online, namun beberapa kali ia memintaku bertemu dan mengajak nikah. Spontan, saya berfikir “ Lho, apa yang pria itu fikirkan? Mengapa dia punya niat menikahi ku? Padahal dia hanya sebatas followers ku saja “.   Semua pertanyaan seolah terproduksi dalam fikiran saya. Hingga pada saat yang bersamaan, saya mencoba diskusi mengenai hal ini bersama Ketua PC PMII Kab. Bekasi masa Khidmat 2019-2020, Sahabat Dedi Ambaryadi. Saya bertanya beberapa hal yang ada di fikiran saya, dan mengapa disini saya mengajak laki-laki untuk berdiskusi? Ya, Karena saya pribadi sangat penasaran apa sebenarnya yang difikirkan oleh laki-laki. Jatuh cinta saja tidak cukup untuk membuat seseorang pria yakin menikah dengan kita. Begitupun sebaliknya, dilansir dari yourtango.com, Kamis (7/9/2017) berik...

Ketika Perempuan Bersuara

- Perempuan Bersuara - Menjadi perempuan yang bersuara dan berpikir kerap dianggap hal yang aneh, dianggap banyak bicara, lebay, suka protes, banyak maunya. Padahal saat perempuan bersuara berarti ada ketidakadilan disekitar mereka, ada ketidaknyamannya yang menindas mereka dan perempuan ingin memperbaikinya. Raden Dewi Sartika dibukunya “meluruskan yang keliru dan menguatkan yang lemah”. Namun hingga saat ini perempuan selalu dibatasi, dianggap hanya sebagai pemanis, perempuan berpendapat selalu dianggap hanya angin lalu, masyarakat selalu menganggap perempuan tak bisa berpikir rasional, pemikiran perempuan selalu dilandasi emosional dan terbawa suasana. Karena banyaknya respon negatif pada perempuan yang bersuara membuat perempuan lain diluar sana lebih memilih untuk diam. Menerima segala penindasan serta pelecehan yang ada. jika sama sama kita lihat pada tahun 1965 kasus Perempuan selalu sama - pelecehan dan penindasan - bahkan semakin bertambah. Maka, dari keberanian per...

Mencoba untuk tidak mempermaslahkan jerawat sekecil apaun karena Cantik adalah Hak Perempuan

#repost@gothdiana  Banyak sekali Para wanita yang selalu mendambakan kulit putih, wajah berseri, bebas jerawat, komedo, langsing, tinggi.  sehingga menjadikan standar kecantikan Perempuan hanya dinilai dari seberapa mulus kulit wajah. Selain membuang buang uang, hal ini pun sangat membuang buang waktu perempuan untuk berhias sebelum keluar rumah, mau atau tidak perempuan harus sabar menghabiskan waktunya berjam jam hanya untuk berhias agar dapat dikatakan cantik.  Dengan begitu, banyak sekali produk kecantikan yang menjanjikan efek Putih, berseri, bebas jerawat  tampil cantik dan merona. Kecantikan Wanita sekan berkiblat pada seberapa indah lukisan alis atau seberapa merona lipstick yang digunakan. Banyak kemudian wanita lupa, cantik tidak semata didefinisikan oleh indahnya paras. Ada kepribadian indah yang juga memainkan peranan penting pada definisi " Wanita Cantik " Tulisan ini, berawal saat saya membaca caption dari @gothdiana di Instagram Me...