Langsung ke konten utama

Hidup Selaras dengan Alam | Seni Hidup

Institut Shalahuddin Al Ayubi

[Seni Hidup]

Sering kali dalam Hidup ditemukan sekelompok orang yang selalu menilai kepribadian dan adab kita dari nasab dan keilmuan kita. 
Contoh kasus : 
Seoarng Anak keturunan kiyai, nasabnya terkenal baik dan terpandang di Masyarakat. Namun, berbanding terbalik dengan anaknya. Saat menemukan konteks ini, pasti yang pertama kali difikirkan adalah " masa anaknya kiyai, tapi kaya gini si!". 
Atau jika kita temukan seorang yang pandai dalam agama, suatu ketika ia memarahi seorang anak kecil dijalan, yang ntah ada masalah apa. Saat oranglain melihat kejadian ini, mereka langsung mengatakan " bagaimana si, masa Pandai agama ngomel ngomel! " ini sangat sulit. 

Epiktetos dalam Enchiridion 46 mengingatkan : " Never call yourself a philosopher, nor talk a great deal among the unlearned about theorems, but act conformably to them."

Jangan pernah menyebut diri sendiri seorang Mahasiwa, terpelajar, terpendidikan, Jangan banyak bicara didepan orang orang Awam tentang teori teori pendidikan, mahasiswa, kampus, ini dan itu. TIDAK PENTING ITU SEMUA,
Karena yang pokok adalah : BAGAIMANA KITA HIDUP SESUAI APA YANG KITA PELAJARI ✨
 Ini lah yang tersulit, saat kita hidup harus menyesuaikan apa yang kita miliki. 

Semangat untuk menjadi yang terbaik. 
Semangat untuk berproses. 

Salam Hangat, 
Rmpps

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PRIA ITU MENGAJAKKU MENIKAH? SECEPAT ITU? PADAHAL KITA TAK SALING KENAL? MENGAPA?

https://www.islampos.com/aku-menginginkan-istri-sholihah-40597/ Dia dengan cepat mengajakku menikah, walaupun kita belum saling kenal dan bertemu satu sama lain. Kita hanya berteman via online, namun beberapa kali ia memintaku bertemu dan mengajak nikah. Spontan, saya berfikir “ Lho, apa yang pria itu fikirkan? Mengapa dia punya niat menikahi ku? Padahal dia hanya sebatas followers ku saja “.   Semua pertanyaan seolah terproduksi dalam fikiran saya. Hingga pada saat yang bersamaan, saya mencoba diskusi mengenai hal ini bersama Ketua PC PMII Kab. Bekasi masa Khidmat 2019-2020, Sahabat Dedi Ambaryadi. Saya bertanya beberapa hal yang ada di fikiran saya, dan mengapa disini saya mengajak laki-laki untuk berdiskusi? Ya, Karena saya pribadi sangat penasaran apa sebenarnya yang difikirkan oleh laki-laki. Jatuh cinta saja tidak cukup untuk membuat seseorang pria yakin menikah dengan kita. Begitupun sebaliknya, dilansir dari yourtango.com, Kamis (7/9/2017) berik...

Ketika Perempuan Bersuara

- Perempuan Bersuara - Menjadi perempuan yang bersuara dan berpikir kerap dianggap hal yang aneh, dianggap banyak bicara, lebay, suka protes, banyak maunya. Padahal saat perempuan bersuara berarti ada ketidakadilan disekitar mereka, ada ketidaknyamannya yang menindas mereka dan perempuan ingin memperbaikinya. Raden Dewi Sartika dibukunya “meluruskan yang keliru dan menguatkan yang lemah”. Namun hingga saat ini perempuan selalu dibatasi, dianggap hanya sebagai pemanis, perempuan berpendapat selalu dianggap hanya angin lalu, masyarakat selalu menganggap perempuan tak bisa berpikir rasional, pemikiran perempuan selalu dilandasi emosional dan terbawa suasana. Karena banyaknya respon negatif pada perempuan yang bersuara membuat perempuan lain diluar sana lebih memilih untuk diam. Menerima segala penindasan serta pelecehan yang ada. jika sama sama kita lihat pada tahun 1965 kasus Perempuan selalu sama - pelecehan dan penindasan - bahkan semakin bertambah. Maka, dari keberanian per...

Mencoba untuk tidak mempermaslahkan jerawat sekecil apaun karena Cantik adalah Hak Perempuan

#repost@gothdiana  Banyak sekali Para wanita yang selalu mendambakan kulit putih, wajah berseri, bebas jerawat, komedo, langsing, tinggi.  sehingga menjadikan standar kecantikan Perempuan hanya dinilai dari seberapa mulus kulit wajah. Selain membuang buang uang, hal ini pun sangat membuang buang waktu perempuan untuk berhias sebelum keluar rumah, mau atau tidak perempuan harus sabar menghabiskan waktunya berjam jam hanya untuk berhias agar dapat dikatakan cantik.  Dengan begitu, banyak sekali produk kecantikan yang menjanjikan efek Putih, berseri, bebas jerawat  tampil cantik dan merona. Kecantikan Wanita sekan berkiblat pada seberapa indah lukisan alis atau seberapa merona lipstick yang digunakan. Banyak kemudian wanita lupa, cantik tidak semata didefinisikan oleh indahnya paras. Ada kepribadian indah yang juga memainkan peranan penting pada definisi " Wanita Cantik " Tulisan ini, berawal saat saya membaca caption dari @gothdiana di Instagram Me...