Langsung ke konten utama

Teruslah Bersahabat, Sampai Allah berkata Waktunya Pulang

Santri PDPNU, 
Rabu, 27 November 2019

Sahabat,

Ketika ada kesempatan, pergilah bersama teman teman lama. Berkumpul - kumpul, bukan sekadar makan, minum dan bersenang, tetapi ingat, waktu hidup kita semakin singkat. Maka dari itu, bangunlah Persaudaraan.

Mungkin lain waktu kita Tidak akan bertemu lagi.

Mungkin lain waktu kita sudah semakin Susah untuk berjalan.

Umur itu seperti es batu, dipakai atau tidak akan tetap mencair dan berakhir.

Begitu juga dengan umur kita. Digunakan atau tidak, umur kita akan tetap berkurang,  dan akhirnya kembali ke hadirat ILLAHI.

Kita akan menjadi tua, sakit, dan meninggal.. Jalani hidup ini dgn ceria, sabar dan santai.

Jangan suka mau menang sendiri,  sementara orang lain selalu salah.

Jangan buang sahabat cuma karena tak sepakat.

Satu keburukan teman, bukan bererti hilang sembilan kebaikannya.

Perbanyaklah waktu untuk berkumpul dengan teman teman dan saudara saudara kita.

Siapa tahu mereka nanti akan menjadi penolong kita di akhirat kelak. Buanglah jauh jauh sifat egois dan iri hati

Terimalah kekurangan dan kelebihan dari sahabat.

Jangan pernah tinggalkan sahabat yg melarat, hanya karena lingkunganmu konglomerat.

Siapa yg akan menggali kuburan kita nanti, teman yg melarat atau yg konglomerat...?

Bertemanlah dengan apa adanya, bukan karena ada apanya.

Nikmati semua waktu, senda dan tawa. Hargai semua perbedaan. Percayakan kemampuan teman kita.

Jaga perasaannya, tutupi aibnya. Bantu ketika dia jatuh, Sediakan bahu ketika dia menangis.

Tepuk tangan dan gembira ketika dia sukses. Sebut namanya dalam doa kita.

Bertemanlah dengan hati yang baik dan tulus. Ketika hatimu baik dan tulus, percayalah, Allah juga akan selalu bersama mu.

Teruslah  bersahabat sampai Allah berkata waktunya pulang.

Salam Sahabat,
Santri PDPNU.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PRIA ITU MENGAJAKKU MENIKAH? SECEPAT ITU? PADAHAL KITA TAK SALING KENAL? MENGAPA?

https://www.islampos.com/aku-menginginkan-istri-sholihah-40597/ Dia dengan cepat mengajakku menikah, walaupun kita belum saling kenal dan bertemu satu sama lain. Kita hanya berteman via online, namun beberapa kali ia memintaku bertemu dan mengajak nikah. Spontan, saya berfikir “ Lho, apa yang pria itu fikirkan? Mengapa dia punya niat menikahi ku? Padahal dia hanya sebatas followers ku saja “.   Semua pertanyaan seolah terproduksi dalam fikiran saya. Hingga pada saat yang bersamaan, saya mencoba diskusi mengenai hal ini bersama Ketua PC PMII Kab. Bekasi masa Khidmat 2019-2020, Sahabat Dedi Ambaryadi. Saya bertanya beberapa hal yang ada di fikiran saya, dan mengapa disini saya mengajak laki-laki untuk berdiskusi? Ya, Karena saya pribadi sangat penasaran apa sebenarnya yang difikirkan oleh laki-laki. Jatuh cinta saja tidak cukup untuk membuat seseorang pria yakin menikah dengan kita. Begitupun sebaliknya, dilansir dari yourtango.com, Kamis (7/9/2017) berik...

Ketika Perempuan Bersuara

- Perempuan Bersuara - Menjadi perempuan yang bersuara dan berpikir kerap dianggap hal yang aneh, dianggap banyak bicara, lebay, suka protes, banyak maunya. Padahal saat perempuan bersuara berarti ada ketidakadilan disekitar mereka, ada ketidaknyamannya yang menindas mereka dan perempuan ingin memperbaikinya. Raden Dewi Sartika dibukunya “meluruskan yang keliru dan menguatkan yang lemah”. Namun hingga saat ini perempuan selalu dibatasi, dianggap hanya sebagai pemanis, perempuan berpendapat selalu dianggap hanya angin lalu, masyarakat selalu menganggap perempuan tak bisa berpikir rasional, pemikiran perempuan selalu dilandasi emosional dan terbawa suasana. Karena banyaknya respon negatif pada perempuan yang bersuara membuat perempuan lain diluar sana lebih memilih untuk diam. Menerima segala penindasan serta pelecehan yang ada. jika sama sama kita lihat pada tahun 1965 kasus Perempuan selalu sama - pelecehan dan penindasan - bahkan semakin bertambah. Maka, dari keberanian per...

Mencoba untuk tidak mempermaslahkan jerawat sekecil apaun karena Cantik adalah Hak Perempuan

#repost@gothdiana  Banyak sekali Para wanita yang selalu mendambakan kulit putih, wajah berseri, bebas jerawat, komedo, langsing, tinggi.  sehingga menjadikan standar kecantikan Perempuan hanya dinilai dari seberapa mulus kulit wajah. Selain membuang buang uang, hal ini pun sangat membuang buang waktu perempuan untuk berhias sebelum keluar rumah, mau atau tidak perempuan harus sabar menghabiskan waktunya berjam jam hanya untuk berhias agar dapat dikatakan cantik.  Dengan begitu, banyak sekali produk kecantikan yang menjanjikan efek Putih, berseri, bebas jerawat  tampil cantik dan merona. Kecantikan Wanita sekan berkiblat pada seberapa indah lukisan alis atau seberapa merona lipstick yang digunakan. Banyak kemudian wanita lupa, cantik tidak semata didefinisikan oleh indahnya paras. Ada kepribadian indah yang juga memainkan peranan penting pada definisi " Wanita Cantik " Tulisan ini, berawal saat saya membaca caption dari @gothdiana di Instagram Me...